Properti Bakal Membaik, Ini Indikatornya

  • 0

Properti Bakal Membaik, Ini Indikatornya

Category : Berita Terkini

Kalangan pengembang menyambut antusias datangnya tahun 2017 yang kurang dari dua bulan. Banyak yang meyakini sentimen positif terkait perekonomian dan regulasi akan membuat bisnis properti tahun depan mulai menggeliat setelah mengalami penurunan tiga tahun terakhir.

royale-residence-housing-estate-com-copyrights-2016

Menurut Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy, ada 10 faktor yang akan membuat industri properti tahun depan lebih baik dibandingkan tahun ini. “Tahun 2016 yang tadinya diperkirakan membaik ternyata belum menggembirakan namun sinyal-sinyal pemulihannya mulai tampak di tahun ini dan kami optimistis tahun depan akan lebih baik,” ujarnya saat bincang dengan kalangan media di Jakarta, Kamis (10/11).

Ke-10 faktor yang dianggap akan membuat sektor properti lebih baik itu adalah:

  1. Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik dengan target pertumbuhan sebesar 5,3 persen.
  2. Indonesia negara dengan nilai PDB (produk domestik bruto) terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan rasio KPR terhadap PDB masih sangat kecil yaitu 2,8 persen. Ini sangat jauh dibandingkan Singapura yang mencapai 45,9 persen, Malaysia 37,8 persen, Thailand 22,3 persen, dan Filipina 3,3 persen.
  3. Memiliki bonus demografi dengan 66,5 persen penduduk berada pada rentang usia produktif. Hal ini membuat permintaan rumah menjadi sangat besar.
  4. Jumlah kelas menengah terus tumbuh dimana peningkatan kualitas hidup akan mendorong pasar properti dan pengembangan kawasan.
  5. Harga properti di Indonesia masih cukup rendah dibandingkan di negara ASEAN lainnya.
  6. Tahun 2017 pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sehingga akan mendorong sektor properti.
  7. Suku bunga KPR/KPA akan terus turun setelah Bank Indonesia (BI) mengganti format BI Rate  bulanan menjadi BI 7 Day Reverse Repo (mingguan) dan saat ini berada pada level 4,75 persen sehingga akan membuat suku bunga KPR menjadi single digit.
  8. Relaksasi loan to value (LTV) akan bisa lebih rendah lagi.
  9. Nilai tukar rupiah stabil dan terjaga pada level Rp13 ribuan sehingga membuat harga bahan bangunan impor juga lebih stabil.
  10. Inflasi cenderung terkendali dan diperkirakan sesuai target pemerintah di kisaran 5 persen. Harga BBM juga cenderung terjaga sehingga daya beli masyarakat juga semakin baik.

Dengan berbagai indikator ini Eddy optimistis bisa terjadi peningkatan penjualan properti sebesar 10-12 persen. “Tahun ini hingga September 2016 penjualan properti kami hanya tumbuh 5 persen, tahun depan kami optimistis situasinya bisa lebih baik dengan berbagai indikator ini,” pungkasnya.

dikutip dari : housing-estate.com


Leave a Reply