REI Dukung Penerapan Pajak Tanah Progresif

  • 0

REI Dukung Penerapan Pajak Tanah Progresif

Category : Berita Terkini

Wacana penerapan pajak progresif terhadap tanah-tanah yang tidak dimanfaatkan atau nganggur ditanggapi santai pengembang yang tergabung dalam tanggapan Real Estat Indonesia (REI).  Tujuan pemerintah menerapkan aturan itu untuk mengikis praktik spekulasi tanah, membeli tanah dengan harga murah dan menjualnya dengan harga tinggi.  Mereka yakin bila beleid tersebut benar-benar diterapkan tidak akan berdampak negatif terhadap industri  properti.

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata

“Kami masih menunggu kriterianya seperti apa, akan kita lihat dulu rinciannya seperti apa karena ini sesuatu yang belum terjadi. Pemerintah pasti akan mempertimbangkan semua kepentingan demi kebaikan bersama termasuk kepentingan pengembang,” ujar Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, di  Jakarta, Senin (13/2).

Dalam berbagai kesempatan pemerintah menyebut bawah properti merupakan sektor penting yang ikut menggerakkan perekonomian. Menteri Agraria dan tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil, berulangkali menyebutkan kawasan yang sudah punya perencanaan bisnis  tidak bisa dikategorikan sebegai tanah terlantar.

Soelaeman menjelaskan perbedaan spekulan dan kalangan pengembang. Tanah bagi pengembang merupakan bahan baku sehingga pembebasannya sudah melalui prosedur cukup panjang. Tahapannya izin lokasi, lokasi sesuai tata ruang, pembuatan masterplan dan site plan. Izin lokasi keluar setelah pengembang melakukan pembebasan lahan.

Dalam pengembangan proyek pengembang  akan membangun infrastruktur di kawasan yang bermanfaat bagi warga masyarakat. Menurut ketentuan pengembang juga harus mengalokasikan 40 persen lahannya untuk kepentingan publik berupa fasilitas umum-fasilitas sosial (fasos fasum).

Ia mengakui kemampuan pengembang membangun lebih lambat dari pembebasan lahan. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan modal dan  kondisi pasar. Di sinilah letak perbedaannya dengan spekulan yang sengaja membiarkan tanahnya untuk menunggu harga naik.

“ Pengembang juga kerap dirugikan ulah spekulan, kalau kami mengembangkan proyek spekulan langsung membeli lahan di sekitarnya.  Mereka kemudian menjual tanahnya kepada kami dengan harga tinggi,” imbuhnya.

Sumber : www.housing-estate.com


Leave a Reply