Kemenpupera Gandeng Lemsaneg Bikin Sistem e-FLPP

  • 0

Kemenpupera Gandeng Lemsaneg Bikin Sistem e-FLPP

Category : Berita Terkini

KPR bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dikenal dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) terus ditingkatkan kualitas sistemnya. Menyusul sistem aplikasi online yang diterapkan pada Agustus 2016, kini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menyiapkan e-FLPP. Tujuan pembuatan e-FLPP salah satunya untuk memperkuat sertifikat elektronik agar lebih aman.

e-FLPP

e-FLPP

Untuk menyiapkan hal itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Ditjen Pembiayaan Perumahan bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Bila sistem ini terwujud selain meningkatkan keamanan, proses aplikasinya lebih mudah, lebih tepat sasaran, dan akan mempercepat program perumahan nasional.

“Teknologi berkembang begitu pesat, kita harus lebih hati-hati, sistem e-FLPP ini salah satu cara merespon kemajuan itu dan mencegah kemungkinan penyalahgunaan oleh berbagai pihak. Dengan e-FLPP sinergitas PPDPP dengan pihak lain bisa lebih baik,” ujar Lana Winayanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kemenpupera saat penandatanganan MOU dengan Lemsaneg di Jakarta, Kamis (7/4).

Teknologi yang diterapkan adalah Go Live Secure Conection (token) dan baru diaplikasikan oleh PPDPP dan Lemsaneg.  Dengan teknologi ini akan diketahui yang mengakses KPR FLPP benar-benar dari kalangan MBR. Sistem e-FLPP juga lebih menjamin otentikasi dan keaslian data serta tidak terjadi penyangkalan. “Sistem ini juga mengintegrasikan data e-KTP, NPWP, dan penggunaan data pemakaian listrik,” ujar Direktur Utama PPDPP Budi Hartono.

Setelah kreditnya berjalan 4-5 tahun akan dilakukan evaluasi terhadap performa nasabah. MBR yang penghasilannya meningkat akan diberi pilihan jangka waktu kreditnya diperpendek atau diterapkan bunga lebih tinggi.  Lana menyebutkan tujuh tahun terakhir dana FLPP dipakai untuk membiayai 496.475 rumah senilai Rp28,2 triliun. BTN menjadi bank pelaksana paling aktif  dengan kontribusi 87,6 persen.

Sumber: www.housing-estate.com


Leave a Reply