Andy Tedjo (Smart Kosmen Semarang dan Yogyakarta)

Andy Tedjo (Smart Kosmen Semarang dan Yogyakarta)

Andy Tedjo, karyawan bank yang memulai terjun di bisnis properti sebagai investor properti terlebih dahulu. Cerita pegalaman salah satu alumni DPI yang bergabung sejak tahun 2012 ini menarik, karena perjalanannya menjadi developer properti melalui rute yang cukup panjang.

Sebagai seorang karyawan sebuah bank, Mas Andy tentu ingin mencoba menjadi seorang pengusaha. Hal itu dibuktikannya dengan bekerja sama membuka franchise salah satu swalayan berskala nasional. Karena merasa kurang cocok, akhirnya ia memutus kerja sama tersebut kemudian beralih menjadi distributor beras untuk disalurkan di Kota Semarang dan sekitarnya dan juga mencoba peruntungan trading emas.

Setelah Mas Andy bergabung dengan DPI, ia mengaku mendapatkan tambahan ilmu dan pemahaman baru mengenai bisnis properti. Oleh karenya, ia memberanikan diri menjadi investor properti dengan membeli ruko yang mempunyai lokasi strategis. Tanpa disangka, keuntungan investasi yang ia dapatkan sungguh fantastis. Dari keuntungan tersebut ia belikan tanah untuk dibangun sebuah kost ekslusif. Belum sempat proyek tersebut berjalan, partner dari Mas Andy dipindah tugaskan ke Medan dan akhirnya proyek tersebut vakum. Tak berapa lama kemudian, tanah tersebut ditawar dengan harga tinggi. Sehingga ia jual dan mendapat keuntungan lebih dari 70%.

Ilmu dari Bapak Miftachul Amin yang benar-benar ia praktekkan adalah mengenai pemilihan lokasi. Karena setiap kali Mas Andy ini membeli sebidang tanah, ia pasti memilih lokasi yang dekat dengan pusat kegiatan. Misal dekat dengan rumah sakit, pusat kuliner, mall, atau kampus.

Berbeda dengan kebanyakan alumni DPI lain yang lebih memilih membangun proyek perumahan. Saat ini, Mas Andy sedang menjalankan proyek yang dinamainya “Smart Kosmen, Modern Kost & Apartment” yang berada di Semarang dan Yogyakarta.

Wejangan dari Mas Andy bagi orang-orang mempunyai minat menjadi developer properti adalah jangan pernah putus asa, jangan takut rugi, dan paling penting jangan takut untuk memulai. “Sebelum memulai, pastikan kemampuan Anda sudah cukup untuk menangani proyek tersebut. Saat merugi, jangan terpuruk karena kerugian tersebut bisa tertutup oleh keuntungan di masa mendatang. Jika mengalami hambatan, jangan pernah sekalipun putus asa atau berhenti di tengah jalan, tetap lanjutkan.” tegas Mas Andy.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip

WhatsApp chat WhatsApp Kami