Bagaimana Kondisi Bisnis Properti di Tahun 2018?

tahun 2018

Bagaimana Kondisi Bisnis Properti di Tahun 2018?

Memasuki tahun 2018, suasana politik di Indonesia mulai memanas. Karena tahun ini merupakan tahun politik. Pada tahun ini akan diadakan pilkada serentak di beberapa provinsi di Pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia. Tentunya, kondisi politik akan mempengaruhi banyak aspek. Beberapa sektor bisnis harus berhati-hati dalam menghadapi tahun politik seperti tahun 2018 ini. Tak terkecuali bisnis properti.

Bisnis Properti Diprediksi Mengalami Perlambatan

Menurut Ignatius Untung, selaku Country General Manager rumah123, mengharapkan kondisi bisnis properti di Indonesia pada tahun ini tidak melambat seperti halnya tahun 2017. Jika pada tahun lalu, Pilkada di DKI Jakarta yang ramai akan isu SARA tidak terlalu mempengaruhi kondisi bisnis properti. Namun, karena Pilkada tahun ini akan terjadi di beberapa daerah, kemungkinan bisnis properti akan melambat bisa saja terjadi.

“Secara overall bisa saja melambat tapi bukan berarti semuanya melambat tapi ada yang melambat sekali ada yang sampai negatif tapi ada yang masih tumbuh positif,” kata Ignatius Untung.

Kondisi yang Mendongkrak Bisnis Properti di Tahun 2018

Harapan untuk mendongkrak kondisi bisnis properti yang diprediksi melambat masih tetap ada. Seperti yang diungkapkan Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik, Puji Agus Kurniawan.

Kebijakan BI Terhadap Suku Bunga Acuan

“Kalau kita lihat dari 2016, April sampai posisi terakhir tingkat suku bunga beberapa kali turun. Dengan suku bunga relatif rendah, daya beli masyarakat bisa lebih tinggi ini yang diharapkan bisa pengaruhi bisnis properti,” ujar Puji Agus Kurniawan.

Pemerintah Masih Fokus Terhadap Program Bidang Perumahan

Kebijakan pemerintah yang cukup serius untuk menggarap kebijakan di bidang perumahan dalam program sejuta rumah. Dimana pagu anggaran untuk perumahan masih tergolong besar dan mengalami peningkatan.

Indonesia Mendapatkan Bonus Demografi

Seperti yang kita tahu, Indonesia sekarang sedang dalam posisi mengalami bonus demografi. Kondisi ini berpotensi membuat penjualan rumah masih cukup tinggi.

“Bangsa kita kan potensial karena penduduknya besar. 2017 diperkirakan 260 sekian juta dan 15% berusia 25-34 tahun, jadi cukup besar. Kalau digabungkan usia 20-39 maka saya mensplit ini karena diduga di kisaran ini lah biasanya minat memiliki rumah cukup tinggi,” ujar Puji.

Upaya Pemerintah Dalam Menekan Inflasi

Pemerintah sekarang masih berupaya menekan laju inflasi. Karena inflasi berkaitan dengan harga-harga, jika laju inflasi masih terjaga diharapkan kondisi ini mampu meningkatkan daya beli.

Kekhawatiran akan terpuruknya kondisi bisnis properti di tahun politik masih ada. Namun, melihat penjelasan yang telah diungkapkan membuat pebisnis properti masih tetap optimistis jika pada tahun ini tidak akan terjadi perlambatan pada bisnis properti.

(sumber: detik.com)


Leave a Reply

Arsip

WhatsApp chat WhatsApp Kami