Martin Wijaya (Taman JNE Indah, Tangerang)

Martin Wijaya (Taman JNE Indah, Tangerang)

Martin Wijaya merupakan alumni DPI yang sudah bergabung sejak tahun 2015. Pada proyek properti pertama yang dibuatnya, ia menggandeng salah satu perusahaan pengiriman barang nasional sehingga 84 unit rumah yang dibangun terjual habis untuk karyawan perusahaan tersebut dalam waktu 2 bulan saja. Dengan modal sekitar Rp 5 m, Taman JNE Indah berhasil dibangun di Mekarwangi, Tangerang.

Manfaat yang ia dapatkan setelah bergabung dengan DPI adalah mendapatkan ilmu teknis yang lebih detail mengenai developer properti dan juga lebih paham mengenai strategi yang digunakan seorang developer properti demi kesuksesan proyeknya. Karena sebelumnya Mas Martin pernah bekerja di di bidang properti juga, ia sudah menerapkan beberapa ilmu teknis dan strateginya selama bekerja. Namun belum tahu pasti mengenai kapan strategi tersebut digunakan, jadi hanya menduga-duga. Setelah bergabung dengan DPI, barulah ia tahu alasan dan kapan strategi tersebut digunakan.

Hambatan serius yang terjadi pada proyek pertamanya adalah masalah dengan kontraktor. Jadi kontraktor tersebut menyelewengkan dana yang telah ia bayarkan. Harusnya dana tersebut dibayarkan oleh kontraktor untuk suplier. Namun dibuat untuk kepentingan pribadi si kontraktor.

Namun, resiko tersebut sudah ia antisipasi dengan menggandeng beberapa kontraktor untuk menggarap. Jadi, jika ada 1 kontraktor yang bermasalah, seharusnya proyek bisa tetap berjalan karena masih ada kontraktor lain yang bekerja. Meskipun begitu, ada kekurangan dengan menggandeng beberapa kontraktor dalam 1 proyek, yaitu perbedaan hasil bangunan. Karena tiap kontraktor memang mempunyai hasil kerja yang sedikit berbeda.

Pesannya kepada orang-orang yang ingin menjadi developer properti adalah harus ubah mindset terlebih dulu. Karena banyak orang yang masih membawa mindset “karyawan” ketika memutuskan untuk menjadi developer properti. Dengan membuang mindset “karyawan”, tentu orang tersebut lebih bisa menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di proyeknya. Karena seorang developer properti ataupun pebisnis yang lain harus mengerti alasan dibalik alasan dan senang memecahkan masalah. Supaya bisa berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Mas Martin bercerita, dengan mindset berpikir kritis yang mampu melihat alasan dibalik alasan, ia akhirnya mampu menyelesaikan masalah kontraktor nakal tersebut dengan duduk bersama antara dirinya, kontraktor, dan para suplier rekanan kontraktor. Ternyata beberapa suplier rekanan kontraktor yang datang bukan suplier “asli”, melainkan orang suruhan si kontraktor nakal. Namun karena mindset ia sudah terbentuk, ia bisa mengerti hal itu dan bisa menyelesaikannya. Jadi, ia sangat menekankan untuk mengubah mindset terlebih dulu sebelum memutuskan berbisnis.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip

WhatsApp chat WhatsApp Kami