Kementerian PUPR Izinkan BTN Salurkan KPR FLPP

satu juta rumah

Kementerian PUPR Izinkan BTN Salurkan KPR FLPP

Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan segera melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Kegiatan tersebut terlaksana setelah Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa BTN diberi izin meyediakan Kredit Perumahan Rakyat atau KPR dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Sebelumnya, BTN hanya diperbolehkan menyalurkan KPR dengan metode SSB (Subsidi Selisih Bunga). Hal ini tentu saja memberi angin segar bagi BTN.

Kementerian PUPR yang akan mengatur mengenai besaran dan skema penyaluran FLPP tersebut. Hingga saat ini, sudah ada 40 bank yang sudah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR terkait penyaluran KPR dengan skema FLPP tersebut ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti.

Kementerian PUPR juga telah berkonsultasi dengan Menteri Keuangan terkait penyaluran KPR skema FLPP ini. Hasilnya, tidak ada larangan bagi bank manapun yang telah mengikuti skema SSB untuk ikut lagi menyalurkan KPR dengan skema FLPP. “Mengenai plafon, tergantung kesanggupan masing-masing bank. Siapa saja boleh memanfaatkan, BCA, BRI, BPD, dan BTN, silakan,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono.

Sumber: Detik, Kompas


BTN Targetkan 755 Ribu Unit Penyaluran Kredit Rumah

bank btn

(Sumber Gambar: wikipedia.org)

Salah satu bank pelat merah yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN pada tahun 2017 telah menyalurkan kredit rumah sekitar Rp 71,34 triliun untuk 666.806 rumah. Hasil tersebut melebihi target sebesar 666.000 rumah yang dibuat untuk tahun 2017.

Pada tahun ini, BTN menargetkan dapat menyalurkan kredit rumah sebanyak 755.000 unit rumah. Target tersebut dapat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, target BTN tahun ini tidak akan sulit dicapai karena pertumbuhan sektor properti akan positif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena adanya pilkada serentak dan Asian Games 2018. Dua gelaran akbar tersebut diprediksi akan meningkatkan daya beli masyarakat Indonesia.

Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono merestui target BTN untuk menyalurkan KPR (Kredit Perumahan Rakyat) subsidi dengan skema FLPP. Dengan modal tersebut, BTN optimis untuk bisa memenuhi target penyaluran kredit rumah yang telah dicanangkan tahun 2018.


Arsip

WhatsApp chat WhatsApp Kami