Indonesia turut hadir pada perhelatan akbar pengusaha real estate seluruh dunia pada World Congres FIABCI di Dubai yang berlangsung di Uni Emirat Arab pada tanggal 18 April – 1 Mei 2018 kemarin, kongres ini membahas tentang ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah pada pertemuan Global Business Meeting yang ke-70.

Suatu momen yang bersejarah bagi pengusaha properti real estate khususnya di Indonesia, karena negara kita akan kedatangan tamu dalam ajang Global Business Meeting yang akan dilaksanakan di Bali 7-10 Desember nanti.

Ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah federasi FIABCI, ini adalah federasi yang pertama kali digelar di Benua Asia karena selama 69 tahun terakhir federasi ini digelar di negara-negara besar di Eropa.

fiabci

FIABCI pun dikutip dari bahas Prancis “Federation Internationale des Administateurs de Bien-Conselis Immobiliers”, yang mempunyai arti Federasi Realestate Internasional berdiri sejak tahun 1945, Indonesia bergabung dalam federasi ini dari tahun 1977 hingga sekarang dan FIABCI diikuti oleh 60 Negara di seluruh dunia. Negara-negara Asia Pasifik diantara lin adalah Australia, India, Jepang, Indonesia, Korea, Macau, Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan dan Thailand.

Penempatan Bali sebagai tempat berlangsungnya Meeting and Global Business Summit 2018 Kelompok FIABCI Indonesia yang dinaungi oleh Real Estate Indonesia (REI) akan membicarakan dua tema yakni, “Affordable Housing and Sustanable Tourism Development”.

Sistem perumahan dengan harga terjangkau dan berkolaborasi dengan pengembangan pariwisata akan menjadi pembahasan yang menarik karena ini hanya di Indonesia. Dua tema ini sedang banyak dibicarakan dunia dan khususnya negara-negara ketiga yang menjadi prioritas era pemerintah Presiden Jokowi.

“Selama 68 tahun terakhir hanya diadakan diwilayah Benua Eropa saja, jadi ditempatkan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan momen yang sangat bersejarah,” kata Solaeman Ketua Umum DPP REI Asia Pasifik. “Ini adalah sesuatu yang luar biasa karena untuk pertama kalinya digelar dikawasan Asia Pasifik, dan bertempat di Pulau Bali, Indonesia”.

Dalam satu tahun terakhir ini banyak yang membicarakan Indonesia di berbagai forum FIABCI tentang rumah rakyat dan mereka banyak yang ini tahu. Eman berkata, Indonesia dalam proyek penyediaan rumah rakyat selama tiga tahun terakhir ini dengan target satu juta unit per tahun sudah cukup baik.

Dari sekitar 60-an negara yang tergabung dalam FIABCI ternyata hanya Indonesia satu-satunya negara yang sistem pemerintahannya membuat konsep rumah murah dengan mengedepankan peran swasta. Banyak sekali negara di dunia yang saat ini meminta dirinya memaparkan bagaimana rule model penyediaan affrodable housing di Indonesia.

FABCI Indonesia juga REI ikut berperan dalam mengharumkan Indonesia di layar Internasional, hal ini sejalan dengan komitmen REI sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat.

“Saya mendapat banyak permintaan untuk menyampaikan topik hunian terjangkau ini di Hawaii dan Taiwan, mereka sangat tertarik dan antusias belajar model bisnis property di Indonesia, harapan mereka dapat diterapkan di negaranya,” kata Eman.